Tubuhnya
yang dulu kekar kini telah menua
Jemarinya
yang dulu selalu menopangku kini telah renta
Tapi
semangatnya masih sama seperti saat pertama kalinya ku dengar lantunan dua
kalimat syahadat yang menyempurnakan iman islamku
Tawanya
masih sama seperti saat pertama kali beliau tersenyum saat melihat kehadiranku
di alam fana ini
Kasih
sayangnya terus bertambah setiap detik yang berlalu
Nasihatnya
selalu sama, pengkhawatirannya tak pernah henti
Pelukannya
masih sehangat dulu saat ku masih dalam ayunannya
Entah
apa yang menguatkannya selama ini
Senyumku
kah? Kebahagiaanku kah? Kemanjaanku kah?
Entahlah.
. .
Yang
aku rasakan dan aku sadari aku belum cukup untuk membahagiakan beliau
Aku
belum cukup berbakti terhadap beliau dengan segala kemanjaan yang selalu
menyerangku
Aaahhh
Ayah. . .
Rasanya
aku ingin terus mendekapmu lebih lama lagi
Maaf
untuk setiap detik yang bergulir
Mungkin
aku belum cukup berbakti untuk menjadi anak yang sholihah
Tapi
anakmu selalu berusaha untuk men-sholihah-kan diri ini
Maaf
untuk segala kemanjaanku hingga sebesar ini
Aku
masih terus saja menjadi putri bungsu kesayanganmu dengan segala kemanjaanku
Dan
hingga saat ini pun kau selalu berusaha untuk memanjakanku dengan segala
hembusan nafas yang kau punya
Ayah.
. .
Kau
satu – satunya lelaki yang akan terus ku rapalkan namanya dalam setiap
percakapanku dengan Tuhan
Kau
satu – satunya lelaki yang tulus membahagiakanku dengan segala kemampuan yang
kau punya
Ayah.
.
Mungkin
kau tak sama seperti ayah – ayah yang lain yang selalu mengumbar ungkapan “ayah
sayang kamu nak”
Tapi
dengan segala sikapnya aku merasakan tak ada kasih sayang yang setulus beliau
Rasanya
jutaan kebaikan tak cukup untuk membayar segala ketulusannya
Tuhan,
pintaku jaga malaikatku selayaknya beliau yang selalu menjagaku dengan segala
do’anya
Tuhan,
bahagaiakan beliau selayaknya beliau yang selalu berusaha untuk bahagiakanku
Ayah.
.
Ijinkan
aku bahagiakanmu dengan cara yang paling sempurna
Putri bungsumu yang ingin
terus bahagiakanmu dengan cara yang paling sempurna
Rabu, 25 Maret 2015 Pukul
15.43 wib
Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.