Mungkin
aku terlahir memang bukan sebagai makhluk yang sempurna. Bahkan mungkin aku
juga terlahir bukan sebagai sahabat terbaik di dunia ini, tapi ketahuilah
sahabat aku selalu berusaha menjadi sosok sahabat yang terbaik untuk
persahabatan kita.
Dari
awal kita berada di bangku sekolah dasar kita hampir selalu menghabiskan waktu
bersama, bahkan orang tua kita tanpa sengaja membelikan sepatu yang sama
hehehehe.
Iyah
itu dulu terjadi sekitar empat belas tahun yang lalu. Tanpa disadari ternyata
kita sudah bersahabat cukup lama semoga tidak pernah ada akhir untuk persahabatan
yang telah kita jaga :’)
Hari
ini aku sangat merindukanmu sosok yang selalu mengerti tentang keadaanku. Pesan
singkatmu kemarin lewat BBM itu cukup menenangkanku “semoga ada jalan keluar
terbaik untuk masalah kamu” kata – kata itu yang menguatkan aku untuk tetap
bertahan sejauh ini.
Sahabat.
. .
Aku
selalu ingat dengan tingkah kita yang dulu, yang tak jarang kita berantem gara –
gara masalah kecil, masalah yang selalu membuat kita bersikap egois tidak ada
yang berusaha untuk mengalah hehehe
Aaahhh
itu dulu saat kita masih belum merasakan rasanya kehilangan :’)
Berlanjut
saat kita daftar sekolah di salah satu SMP favorit, mungkin kita memang
terlahir untuk selalu bersama atas usaha dan do’a kita, kita berhasil masuk
sekolah yang kita idam – idam kan dari dulu, ya walaupun kita tidak satu kelas
tapi aku tetap senang kok.
Suatu
ketika saat aku merasa kamu tidak seperti yang dulu, karena ternyata kamu sudah
mendapatkan sahabat baru di kelas barumu, aku merasa aku kehilangan kamu, aku
merasa kamu akan pergi dan menjauh dari aku :’(
Sahabat.
. .
Apa
kamu ingat kebiasaan kita setiap malam selalu menghitung bintang ?? bahkan kita
percaya kalau kita telah menghitung bintang sampai seribu maka saat kita berdo’a
semua keinginan kita akan terkabul J. Ada tawa kecil saat aku mengingat semua itu rasanya kita
begitu lugu dengan keyakinan kita hehehehe.
Tuhan
berkehendak lain saat kita mencoba untuk masuk di SMK favorit kita, aku gagal
bersaing dengan ratusan calon siswa baru, sementara kamu berhasil dengan
keinginan kamu itu. Sampai akhirnya aku bingung dan mengatakan aku akan
melanjutkan sekolahku di kota pelajar bersama kakak ku, karena memang ibuku
sendiri yang memintaku untuk pindah. Ada kesedihan disitu bahkan aku tidak kuat
saat aku harus mengatakan itu ke kamu.
Tapi
aku berhasil meyakinkan keluargaku terutama ibu yang saat itu memang sedang
berada di tempat yang jauh dariku, walaupun pada akhirnya kita tidak bisa
bersama – sama melanjutkan di sekolah yang sama tapi aku masih bisa terus
bersama kamu.
Sahabat.
. .
Aku
terlalu takut saat aku harus memperkenalkan pacar pertama ku sama kamu, aku
takut kamu akan memarahiku dan kecewa sama pilihanku. Butuh waktu yang cukup
lama untuk meyakinkan kamu kalau aku tidak salah untuk memilih. Yaa walaupun
pada akhirnya benar apa kata kamu dia tidak sebaik yang aku kira.
Sahabat.
. .
Apa
kamu masih menyimpan kado yang aku dapat dari seseorang yang dulu sempat
menjalani hubungan LDR sama aku ?? hehehehe
Sampai
akhirnya waktu benar – benar memisahkan kita untuk sementara, selama dua tahun
lamanya aku tidak melihat sosokmu, tapi aku masih bisa mendapat semua perhatian
– perhatian mu dari pesan – pesan yang kamu kirim lewat sms, media sosial, atau
kadang sesekali kamu menghubungi aku.
Dua
tahun waktu yang cukup lama, setiap waktu aku menunggu kabar kapan kamu akan
pulang ke Indonesia, sampai waktunya tiba sekitar bulan mei 2012 kamu pulang. Tanpo
pikir panjang aku langsung berkemas untuk pulang menyusulmu ke tempat dimana
dulu kita tumbuh bersama. Tangisku pecah saat aku melihat sosokmu yang cukup
lama aku tak menyentumu.
Sahabat
apa kamu baik – baik saja ? bagaimana keadaan kamu disana ? apa kamu bahagia ?
bagaimana dengan teman – teman barumu ? apa kamu masih menyimpan memori kita
dalam hati dan ingatan kamu ?
Aaah
pertanyan yang terakhir itu hanya pikiran liar aku ke kamu. Mana mungkin kamu
melupakan semua yang telah kita lewatkan belasan tahun lamanya.
Sampai
akhirnya kita sama – sama memutuskan untuk melanjutkan study kita. Kita harus
dipisahkan oleh jarak ratusan kilometer (lagi) karena aku memutuskan untuk
melanjutkan study ku disini, sementara kamu melanjutkan study mu di tempat
dimana dulu kita selalu menghabiskan waktu bersama.
Hampir
setiap saat kita selalu memberi kabar. Bahkan kita sama – sama memahami saat
kita benar – benar sibuk dengan semua aktivitas kita masing – masing, tidak ada
lagi rasa cemburu ku saat kamu mempunyai sahabat baru. Karena aku yakin kamu
akan selalu menjaga persahabatan kita, begitu juga dengan aku yang akan selalu
menjaga persahabatan kita.
Dua
puluh lima juli dua ribu tiga belas, untuk pertama kalinya kita menyaksikan
club sepak bola favorit kita dari SMP. Chelsea FC
Disitu
ada rasa bahagia, senang, tidak percaya, dan yang paling membahagiakan lagi aku
bisa menyaksikannya langsung bersama sahabat tercinta, seseorang yang pertama
kalinya memperkenalkan aku dengan Chelsea FC.
Sahabat
sampai tulisan ini aku tulis, aku tak bisa berhenti membendung air mata ini.
Aku
merindukanmu
Selalu
banyak cerita untuk kisah kita ;’)
Aahhh
Tuhan betapa beruntungnya aku, Engkau telah mengirimkan sosok sahabat seperti
dia. Jaga dia selalu Tuhan, seseorang yang sudah menemani peri kecil-MU ini
selama belasan tahun.
“ Baru saja berakhir, hujan disore ini
Menyisakan keajaiban, kilauan indahnya
pelangi
Tak pernah terlewatkan, dan tetap
mengaguminya
Kesempatan seperti ini tak akan bisa dibeli
Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna sayang untuk
mengakhirinya
Melawan keterbatasan, walau sedikit
kemungkinan
Takkan menyerah untuk hadapi hingga sedih
tak mau datang lagi
Bersamamu kuhabiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna sayang untuk
mengakhirinya
Jangalah berganti. . . janganlah berganti.
. . janganlah berganti
Tetaplah seperti ini ”
Untuk
sahabat kecil yang akan selalu aku rindukan :’)




Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.